Tigakesatuan dalam Trinitas yang diyakini umat Kristen adalah Allah sendiri, Yesus Kristus dan Roh Kudus. Sering juga disebut dengan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Buku tersebut terbit dan beredar di kalangan pelajar SMP (kelas 7) sejak tahun 2018. Saya tidak tahu persis mengapa keberadaan buku tersebut baru "diributkan" sekarang. SetelahAllah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan YesusAdalah Firman yang Menjelma Menjadi Manusia, Ternyata Hanya Teori Omong Kosong (bagian 3) Bible, menyatakan bahwa Yohanes 1:1-18 bukanlah bagian Injil Yohanes, melainkan karya lepas yang kemudian dimasukkan menjadi pembuka kitab Yohanes tersebut: “John 1:1-18; “The prologue is a hymn, formally poetic in style - perhap originally Firmanyang “berinkarnasi” artinya “yang menjelma menjadi manusia. Benar, bahwa kata “inkarnasi” tidak nampak dalam Alkitab, namun deskripsi tentang inkarnasi ini berulangkali terlihat dalam Kitab Suci. Ia tidak kehilangan esensinya sebagai Allah, namun Ia menjadi manusia (Arthur W. Pink, Exposition of the Gospel of John,Zondervan PosturTubuh Nabi Adam Menurut Ilmu Pengetahuan. Nabi Adam tubuhnya sangat kekar dengan tinggi 60 hasta seperti di jelaskan oleh “Allah menciptakan adam dengan tinggi enam puluh hasta. Kemudian setelah Adam, makhluk itu semakin berkurang tingginya seperti sekarang ini“ (HR.Bukhari), hadis ini juga ditemukan dalam Translationsin context of "ANAK ALLAH YANG MENJADI MANUSIA" in indonesian-english. HERE are many translated example sentences containing "ANAK ALLAH YANG MENJADI MANUSIA" - indonesian-english translations and search engine for indonesian translations. . Allah adalah kasih. Semua agama menggaungkan kalimat luhur ini. Tapi pernahkah teman-teman merasakannya? Pernahkah teman-teman selidiki buktinya? Di bagian pertama, saya telah membahas tentang satu buktinya. Buktinya Allah adalah kasih adalah bahwa Allah mati bagi manusia. Kali ini saya akan membahas bukti kedua bahwa Allah adalah kasih, yaitu Allah menjadi manusia. Bagaimana Menunjukkan Kasih itu? Beberapa hari yang lalu, saat bertugas mematikan-menghidupkan saklar lampu panggung di Gereja, saya mendengar percakapan seorang guru sekolah minggu dengan anak sekolah minggu. Kebetulan tempat pengaturan saklarnya itu sangat dekat dengan kelas sekolah minggu anak balita. Saya mendengar si kakak sekolah minggu yang kini bersekolah Doktor di Jepang, berbicara manja kala bercerita cerita Alkitab kepada anak-anak. Suaranya dibuat seperti anak kecil. Saya berpikir, mungkin ini adalah salah satu cara si kakak sekolah minggu menjelaskan kepada anak-anak. Supaya anak balita mudah mengerti, maka kakak sekolah minggu menempatkan diri seperti anak-anak. Kakak sekolah minggu menjadi seperti anak-anak. Ilustrasi seorang ibu bermain dengan anak Allah menjadi manusia Saya juga jadi teringat bagaimana seorang ibu ketika menenangkan bayi yang menangis. Si ibu pasti memasang wajah yang lucu dan bodoh, berusaha membuat sang bayi berhenti menangis. Si ibu juga tidak jarang mengambil mainan bayi dan memainkannya di depan sang bayi. Nyanyi “nang ning ning nang ning nung”, berbicara bahasa bayi, berusaha memahami dunia sang bayi, jadi seorang bayi. Untuk apa sih kakak sekolah minggu atau seorang ibu bertindak seperti itu? Untuk apa mereka menjadi bodoh, jadi seperti anak-anak? Untuk apa mereka berbicara dan bernyanyi seperti anak-anak? Jawabannya mungkin karena mereka ingin menunjukkan kasihnya pada sang anak bayi tersebut. Menunjukkan kasih kepada seorang bayi tidak bisa dengan memberikan mainan saja. Tidak bisa hanya membelikan makanan bergizi atau keperluan lainnya. Kasih pada seorang bayi hanya bisa ditunjukkan dengan berbicara kepada sang bayi. Berusaha memahami apa keinginannya, bagaimana perasaannya yang sebenarnya, bernyanyi dan tertawa bersama sang bayi. Hanya inilah cara menunjukkan kasih itu. Ketika Allah Menjadi Manusia Sekarang kita kembali pada pokok pembahasan kita tentang Allah adalah kasih. Kalau Allah adalah kasih, Dia tidak bisa hanya berdiri dari jauh dan menyediakan keperluan kita. Dia juga tidak bisa hanya menyuruh ini dan itu sambil berkata semua demi kebaikan. Sama seperti seorang ibu yang harus jadi seperti bayi, kalau Allah ingin menunjukkan kasih-Nya, satu hal yang mesti Dia lakukan Allah menjadi manusia. Allah harus jadi seperti manusia. Allah harus ada di dunia manusia, merasakan kelemahan manusia, rasa lapar, haus, sakit, terluka, disakiti. Allah harus ada di dunia manusia, merasakan kekosongan dan ketidakberdayaan manusia. Allah menjadi manusia dan hidup layaknya manusia. Dengan jadi seperti manusia, Allah bisa dengan mudah mengajarkan pribadi Allah dan kasih Allah. Tidak dengan rasa takut atau kegentaran, namun dengan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti oleh manusia. Dengan Allah menjadi manusia, manusia dapat merasakan kehadiran Allah tanpa ada rasa takut. Merasakan berkat Allah secara langsung. Memahami keinginan dan perintah Allah dengan mudah. Merasakan sendiri bahwa Allah adalah kasih. Dengan Allah menjadi manusia, Allah bisa menunjukkan kasih-Nya. Allah adalah kasih. Semua agama menyerukan hal yang sama. Tapi apakah teman-teman menemukan buktinya? Hanya dalam agama Kristen saja kita menemukan bukti Allah adalah kasih. Allah adalah kasih sebab Allah menjadi manusia. Inkarnasi Allah menjadi manusia Sumber Gambar Artikel dengan tema yang sama Apa kata Alkitab tentang Allah adalah kasih? Kalau Allah adalah kasih, Yesus harus mati Mengapa kematian dapat membuktikan kasih Allah? Kalau Allah adalah kasih, Allah harus menjadi manusia Recommended for you Pertanyaan Jawaban Sejak pembuahanNya melalui Roh Kudus di dalam kandungan sang perawan Maria Lukas 126-38, identitas Yesus Kristus sebenarnya banyak dipertanyakan oleh para skeptik. Pertama mulai dipertanyakan oleh tunangan Maria, Yusuf, yang takut menikahinya ketika ia bercerita bahwa dirinya hamil Matius 118-24. Ia hanya memperistrinya setelah malaikat membenarkan bahwa anak yang dikandungnya memang Anak Allah. Ratusan tahun sebelum kelahiran Kristus, nabi Yesaya bernubuat mengenai kedatangan Anak Allah "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai" Yesaya 96. Ketika sang malaikat berbicara mengenai kelahiran Yesus, ia mengutip nubuat Yesaya yang berbunyi "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel [yang berarti Allah menyertai kita]" Matius 123. Ini tidak berarti mereka harus memberi nama anak itu Immanuel; melainkan bahwa "Allah menyertai kita" merupakan identitas anak itu. Yesus adalah Allah yang datang dalam daging untuk berdiam di antara manusia. Yesus Sendiri juga memahami spekulasi mengenai identitasNya. Ia bertanya kepada para muridnya, "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Matius 1613; Markus 827. Jawabannya tidak menentu, sama-halnya seperti di jaman ini. Kemudian Yesus bertanya langsung "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Matius 1615. Petrus memberi jawaban yang benar "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Matius 1616. Yesus membenarkan jawaban Petrus dan berjanji bahwa, di atas kebenaran itu, Ia akan membangun gerejaNya Matius 1618. Khodrat sebenarnya dan identitas Yesus Kristus sangat penting untuk kekekalan. Setiap orang harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan Yesus kepada para muridNya "Tetapi menurut kalian sendiri, Aku ini siapa?" Ia telah menyediakan jawaban yang benar bagi kita dengan berbagai cara. Di dalam Yohanes 149-10, Yesus berkata, "Orang yang sudah melihat Aku, sudah melihat Bapa. Bagaimana engkau dapat mengatakan, 'Tunjukkanlah Bapa kepada kami'? Filipus! Tidakkah engkau percaya, bahwa Aku bersatu dengan Bapa, dan Bapa bersatu dengan Aku? Apa yang Kukatakan kepadamu, tidak Kukatakan dari diri-Ku sendiri. Bapa yang tetap bersatu dengan Aku, Dialah yang mengerjakan semuanya itu." Betapa jelasnya Alkitab mengulas khodrat illahi Tuhan Yesus Kristus lihat Yohanes 11-14. Filipi 26-7 berkata, meskipun Yesus "pada dasarnya Ia sama dengan Allah, tetapi Ia tidak merasa bahwa keadaan-Nya yang ilahi itu harus dipertahankan-Nya. Sebaliknya, Ia melepaskan semuanya lalu menjadi sama seperti seorang hamba. Ia menjadi seperti manusia, dan nampak hidup seperti manusia." Kolose 29 berkata, "Sebab seluruh kepribadian Allah berdiam pada Kristus, yaitu pada kemanusiaan-Nya." Yesus seutuhnya Allah dan seutuhnya manusia, dan kebenaran mengenai penjelmaanNya sangatlah penting. Ia hidup sebagai manusia, akan tetapi Ia tidak mempunyai khodrat berdosa seperti kita. Ia dicobai tetapi tidak pernah berdosa Ibrani 214-18; 415. Dosa masuk ke dalam dunia melalui Adam, dan dosa Adam diwariskan menjadi khodrat berdosa kepada seluruh keturunannya di dunia ini Roma 512 - kecuali Yesus. Kenapa demikian? Karena Yesus tidak mempunyai seorang ayah manusia, dan oleh karena itu Ia tidak diwariskan khodrat berdosa. Ia memiliki khodrat illahi dari Bapa SurgawiNya. Yesus harus memenuhi setiap syarat kesucian Allah sebelum Ia dapat menjadi kurban bagi dosa kami Yohanes 829; Ibrani 914. Ia harus menggenapi lebih dari tiga ratus nubuat mengenai Mesias yang telah diilhami Allah melalui para nabiNya Matius 413-14; Lukas 2237; Yesaya 53; Mikha 52. Sejak jatuhnya umat manusia Kejadian 321-23, satu-satunya cara untuk dibenarkan dalam hadapan Allah adalah melalui persembahan darah seekor hewan kurban Imamat 92; Bilangan 2819; Ulangan 1521; Ibrani 922. Yesus adalah kurban sempurna dan kurban terakhir yang telah memuaskan murka Allah terhadap dosa Ibrani 1014. Khodrat illahiNya membuatNya cocok menjadi Juruselamat; tubuh jasmaniNya memperbolehkanNya mencurahkan darah yang dibutuhkan untuk menyelamatkan. Tidak seorang pun dengan khodrat berdosa mampu membayar hutang itu. Tidak seorangpun dapat memenuhi syarat yang diperlukan untuk menjadi kurban bagi dosa seluruh dunia Matius 2628; 1 Yohanes 22. Jika Yesus hanyalah seseorang yang baik sebagaimana sering dijuluki, maka Ia pasti mempunyai khodrat berdosa dan tidak sempurna betul. Jika menurut pemikiran ini, kematianNya dan kebangkitanNya tidak berkuasa menyelamatkan siapapun juga. Oleh karena Yesus merupakan Allah sebagai manusia, hanya Ia yang dapat melunasi hutang kami kepada Allah. KemenanganNya atas kematian dan kuburan adalah kemenangan setiap orang yang menaruh kepercayaan dan iman mereka di dalam Dia Yohanes 112; 1 Korintus 153-4,17. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apakah Yesus merupakan Allah dalam wujud manusia? Mengapa hal itu penting?

allah menjelma menjadi manusia